Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Film Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Action. Tampilkan semua postingan

Runner Runner : Judi Online yang Membawa Malapetaka


Film Runner Runner kembali menampilkan bakat lain yang dimiliki oleh Justin Timberlake. Dalam film ini Justin Timberlake berperan sebagai Richie Furst dan beradu akting dengan aktor kawakan Ben Afflack yang kemarin juga masuk dalam nominai Sutradara Terbaik Oscar 2013 lewat film Argo. Richie Furst (Justin Timberlake) merupakan seorang mahasiswa dari universitas Princeton yang memiliki bakat luar biasa dalam sistem perjudian game online. Meskipun ia bukan termasuk golongan mahasiswa kaya, tapi Richie memiliki ambisi besar untuk meraih sukses dan rela bersusah payah bermain serta membantu teman-temannya untuk menang dalam permain game online. Hidup yang baginya merupakan sebuah keberuntungan ini, seketika berubah menjadi malapetaka dimana ia mulai terbelit dengan beberapa permasalahan mulai dari pemecatan sampai teguran keras yang dilakukan pihak kampus karena terbukti aktif di bisnis perjudian game online di lingkungan universitas. Tidak hanya itu, Furst yang merasa dicurangi oleh salah satu situs judi online yang dimiliki Ivan Block (Ben Afflack), berusaha untuk mendapatkan uangnya kembali hingga ke Costa Rica.

Memiliki karakter yang licik dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan, Ivan Block ternyata adalah buronan FBI yang sudah lama diburu oleh aparat hukum. Lambat laun akhirnya Furst dan Ivan pun bertemu didaerah yang dikenal sebagai surga bagi para penjudi, Costa Rica. Furst yang awalnya hanya mengingkan uangnya kembali, ternyata tergiur dengan usaha yang dijalankan Ivan Block sampai akhirnya ia mendapatkan tawaran posisi penting. Seketika itupula, Furst berubah menjadi orang sukses dan memiliki banyak uang atas keahlian analisanya. Tapi tanpa disadari, kemakmuran yang ia dapat bukanlah tanpa resiko. Film yang lebih didominasi dengan pemandangan alam yang indah khas Costa Rica ini, ternyata juga memberikan gambaran bagaimana kejam dan brutalnya bisnis judi online. Bisnis tersebut mampu bertumbuh dengan pesat dan aman dengan modal suap ke aparat hukum disana. Disutradarai oleh Brad Furman, film ini juga memberikan sentuhan cinta segitiga antara Ivan, Furst dan Rebbeca yang apik dimainkan oleh artis cantik Gemma Arterton. Tidak lupa juga, Brad menyisipkan adegan yang memamerkan kemahiran Justin dalam menari bersama Gemma, sehingga ditengah ketegangan cerita ada sedikit jeda untuk menghibur penonton. Seperti diketahui, Ini bukanlah film pertama Justin, sebelumnya ia pernah terlibat di beberapa film diantaranya Friends with Benefits (2011) dan In Time (2011). Namun kali ini kualitas aktingnya kembali dipertaruhkan karena ia harus berduet dengan aktor sekaligus sutradara berbakat Ben Affleck.

Secara keseluruhan film Runner-Runner memiliki kisah yang menarik karena mengangkat latar belakang bisnis judi online. Hal itu dinilai sangat original mengingat perkembangan tekhnologi dan dunia internet sudah berkembang pesat saat ini. Selain itu kualitas akting para pemain di film ini juga sangat mumpuni, dimana hal tersebut terlihat jelas lewat sosok Ben yang berperan sebagai bandar judi online raksasa di dunia. Penasaran dengan apa yang terjadi antara Furst dan Ivan? serta apa yang terjadi pasca Furst meraih kesuksesan lewat bisnis judi onlinenya? jawabnya hanya bisa disaksikan lewat film Runner Runner yang sudah mulai tayang di cinema 21 mulai 27 September 2013.

Rush: Duel Seru Antara Niki Lauda dan James Hunt


Jika Anda merupakan penggemar balap mobil, khususnya F1, tentunya nama Niki Lauda dan James Hunt sudah tak asing lagi. Kedua pembalap yang berjaya di era 70 dan 80-an tersebut memang identik sebagai kompetitor hebat. Dan lewat Rush, Anda berkesempatan untuk mengenal keduanya lebih dekat lagi. Bermula ketika keduanya, Hunt (Chris Hemsworth) dan Lauda (Daniel Brühl), masih 'beredar' sebagai pebalap pemula di F3. Duo jagoan ini dipertemukan di Monaco Grand Prix 1973, dimana saat itu Lauda baru saja memutuskan untuk meninggalkan kehidupan dan bisnis di tempat asalnya, Vienna, Austria. Ia memutuskan untuk beradu kecepatan di sirkuit balap. Sejak saat itu, persaingan antara Hunt dan Lauda terus bergulir dan semakin membara. Persaingan tersebut membawa karir mereka hingga ke pintu F1. Ditambah lagi dengan karakter mereka yang sangat bertolak belakang. Lauda, merupakan pribadi yang serius dan sangat fokus. Sementara Hunt, si flamboyan yang gemar berpesta, playboy, juga gemar berkelahi. Kompetisi diantara mereka tak hanya terjadi di arena balap, namun juga di belakang sirkuit.

Hingga suatu tragedi mengenaskan menimpa Lauda saat beradu balap di German Grand Prix 1976. Saat itu, lintasan tempat diselenggarakannya balapan terbilang sangat beresiko karena masih basah akibat hujan. Sementara sebelumnya, Lauda telah mengadakan pertemuan untuk mengambil suara apakah balapan tetap dilanjutkan atau tidak. Namun atas provokator Hunt, balapan tetap berlangsung. Absennya Lauda dari sirkuit balap dimanfaatkan dengan baik oleh Hunt. Dirinya beraksi maksimal dan terus memenangkan berbagai perlombaan. Belum pulih secara total bekas-bekas luka bakar Lauda, ia sudah memutuskan untuk kembali balapan di kompetisi terakhirnya di Jepang. Dan Hunt, sudah bersiap menantinya. Bukan sekedar film biografi biasa. Itulah yang akan Anda rasakan usai menyaksikan Rush. Film persembahan Cross Creek Pictures dan Exclusive Media Group ini tak cuma menghadirkan kisah kompetitor sejati di arena balap, namun juga persahabatan yang terjadi secara tidak langsung diantara keduanya.

Digarap oleh sutradara The Da Vinci Code (2006) dan Angels & Demons (2009) Ron Howard, film Rush menawarkan set yang apik khas era 70-an secara terperinci. Latar belakang lokasi, properti, gaya hidup, dan logat bahasa pun diperhatikan dengan seksama. Bersama dengan Peter Morgan sebagai penulis skenario, Rush memilki 123 menit durasi pemutaran film, dan tak menjenuhkan sama sekali lantaran Anda akan dibuat sibuk dengan hal-hal menarik yang intens terjadi di setiap adegan Rush. Adapun film yang mengocek anggaran produksi sebesar 38 juta dollar AS ini juga memberikan aksi-aksi memukau dan sangat nyata di arena balap saat itu. Mobil-mobil bermerek, seperti Ferrari, McLarren, dan lainnya pun disesuaikan dengan desainnya pada saat itu. Karena Rush adalah kisah tentang dua pebalap terkenal pada masanya, bintang-bintang yang terlibat juga merupakan pembawa lakon yang spektakuler. Disini, Chris Hemsworth, Daniel Brühl, Olivia Wilde, Pierfrancesco Favino dan Alexandra Maria Lara adalah sejumlah nama beken yang meramaikan Rush.

2 Guns: Kolaborasi Diluar Batas Agen Rahasia


Jika Anda berprofesi sebagai seorang agen rahasia, mungkin Anda tahu betapa sulitnya menaruh kepercayaan pada orang lain selain diri Anda sendiri. Tetapi setidaknya, dalam 2 Guns, duo jagoan dari beda lisensi ini mampu bersatu dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Seorang agen DEA, Robert 'Bobby' Trench (Denzel Washington), dan seorang Perwira Angkatan Laut, Marcus Stigman (Mark Wahlberg) sedang melakukan penyamaran guna menyelidiki kasus pencurian uang dan perdagangan narkoba yang dilakukan para mafia. Lucunya, kedua jagoan ini tak saling tahu latar belakang masing-masing. Keduanya juga tak pernah saling percaya satu sama lain, meski terlihat akur. Dengan tujuan masing-masing, dan berdasarkan perintah dari masing-masing atasan, mereka hanya menjalankan tugas mereka. Hingga suatu ketika keduanya mulai mencurigai satu sama lain, dan akhirnya terbongkar. Saat itulah mereka berpisah dan beraksi sendiri. Naasnya, baik Bobby maupun Stig ternyata hanyalah kacung daripada atasan-atasan mereka. Rencana yang mereka buat semakin kacau dan diluar kendali. Akhirnya keduanya pun tak memiliki pilihan lain untuk bersatu dan bersama-sama mencari jalan keluar dari kasus yang melibatkan banyak pihak tersebut. 2 Guns, sebagai persembahan dari Boom Entertainment akan segera hadir menghiasi layar lebar Cinema 21. Film laga dengan sentuhan komedi ini menyuguhkan aktor kawakan Denzel Washington, dan Mark Wahlberg secara berdampingan. Dua aktor beda angkatan ini nampak begitu kompak dan harmonis dalam menyabet lakon mereka masing-masing.

Meski dikategorikan sebagai film laga, namun Blake Masters selaku penulis skenario dan Baltasar Kormakur sebagai sutradara memilih untuk tidak meninggalkan keutuhan ceritanya. 2 Guns yang digarap berdasarkan novel grafis Boom! Studios karya Steven Grant ini tetap mengedepankan makna, dan tidak semata-mata efek-efek pertempuran belaka.

Tayang selama 109 menit dirasa sangat pas untuk menyaksikan dan merasakan ketegangan yang disodorkan oleh 2 Guns. Tenang saja, Anda tidak akan dibuat terlalu ngos-ngosan karena ketegangan yang tiada henti, namun sisipan humor dibeberapa adegan akan meleburkan ketegangan Anda dan membuat Anda lebih menikmati kelangsungan film 2 Guns. Boleh dibilang, film yang berlokasi syuting di Louisiana, AS ini patut dipertimbangkan untuk menjadi pilihan Anda berkunjung ke Cinema 21. Perlu diketahui pula, dengan estimasi anggaran produksi sebesar 61 juta dollar, sampai saat ini, 2 Guns telah meraup 83 juta dollar dari seluruh pemutarannya di penjuru dunia. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bergulir, mengingat 2 Guns baru akan tayang di Cinema 21 tertanggal 18 September 2013.

Kick-Ass 2: Keputusan Sulit sang Superhero


Sejak Dave Lizewski (Aaron Taylor-Johnson) eksis sebagai Kick-Ass, banyak orang yang mulai meniru tindakan positifnya dengan ikut menjadi 'superhero' bertopeng demi menegakkan keadilan. Namun pada kenyataannya Dave malah bermalas-malasan karena merasa sudah banyak yang aktif melanjutkan tugasnya. Adalah Mindy Macready (Chloë Grace Moretz) alias Hit Girl yang membantu semangat Dave sekaligus melatihnya agar lebih kuat lagi. Namun pada saat Dave mulai aktif dan bersemangat berpatroli sebagai Kick-Ass, Mindy justru mundur menjadi Hit Girl. Kegalauan pun mulai melanda Dave, meskipun pada akhirnya ia menemukan sahabat superhero baru seperti Dr. Gravity (Donald Faison), Insect Man (Robert Emms), Night Bitch (Lindy Booth) dan Colonel Stars (Jim Carrey). Mereka membentuk kelompok Justice Forever untuk saling bahu-membahu memberantas kejahatan.

Masalah mulai muncul ketika seseorang bernama Chris D'Amico (Christopher Mintz-Plasse) terobsesi untuk membunuh Kick-Ass. Ia pun mengganti namanya dan ikut mengunakan kostum 'khas' penjahat kelas dunia bernama The Motherfucker. Dengan kekuatan 'super' yang dimiliki The Motherfucker, ia pun dengan mudah merekrut penjahat-penjahat lain yang ingin memusnahkan kelompok superhero seperti Kick-Ass dan Justice Forever. Sukses dengan film sebelumnya di tahun 2010, kini film Kick-Ass kembali hadir dengan kemasan yang lebih seru, lebih lucu dan lebih menarik. Masih mengangkat tema superhero yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan spesial, Kick-Ass 2 tetap mampu menyajikan hiburan yang 'mengikat' pandangan Anda ke layar bioskop lewat kisah dan adegan-adegan yang mumpuni. Kick-Ass 2 menawarkan kisah yang lebih luas dari sebelumnya karena melibatkan banyak 'superhero' dan penjahat didalamnya. Selain itu, cerita yang ditawarkan juga lebih emosional dan mendalam tentang kegalauan 'superhero' yang dihadapkan dengan 2 pilihan penting dalam hidupnya. Sesuai dengan judulnya, film ini benar-benar menyajikan unsur action yang sangat dahsyat dan sesekali akan membuat Anda ikut merasakan ngilu dengan adegan laga yang ditampilkan. Tentunya hal itu juga dibalut dengan tambahan komedi yang pas pada tempatnya, sehingga Anda akan sering tertawa saat menonton Kick-Ass 2 dari awal sampai akhir film.

Secara keseluruhan, Kick-Ass 2 merupakan sebuah film dengan paket tontonan yang lengkap karena didalamnya terkandung unsur drama, action dan komedi yang tidak saling tumpang tindih. Disinilah kualitas sang sutradara Jeff Wadlow, patut diacungi jempol karena mampu menaruh bagian-bagian yang sesuai dengan kebutuhan film. Hal serupa juga ditunjukkan para aktor yang terlibat di Kick-Ass 2, Anda akan dibuat jatuh hati dengan karakter yang mereka lakoni baik itu dari sosok superhero maupun penjahatnya. Bagi Anda yang ingin menonton Kick-Ass 2 tapi belum menonton film sebelumnya, Anda tidak perlu khawatir karena layar lebar tersebut masih bisa dinikmati karena banyak penjelasan yang terkandung didalamnya. Apakah yang menjadi kegalauan sang superhero? Mampukah ia memilih keputusan yang tepat dan melawan kelompok The Motherfucker? Temukan jawabannya dengan menonton Kick-Ass 2 yang mulai tayang di Cinema 21 mulai 11 September 2013.

The Mortal Instruments City of Bones: Terbongkarnya Rahasia Besar Mengejutkan


Sebuah film fiksi petualangan terbaru yang diangkat dari novel seri The Mortal Instruments karya Cassandra Clare, siap menjadi pilihan terbaik Anda yang sudah memiliki rencana untuk mampir ke bioskop. The Mortal Instruments: City of Bones menghadirkan banyak wajah segar dari para bintang muda berbakat dan tentunya tidak kalah berkualitas dengan para aktor senior. Kehidupan Clary Fray (Lily Collins) nampaknya berlangsung normal-normal saja. Sama seperti remaja pada umumnya. Ia hidup bersama sang ibu, Jocelyn Fray (Lena Headey), dan seorang cenayang aneh yang tinggal di rumahnya, Madame Dorothea (C.C.H.Pounder). Kehadiran Luke Garroway (Aidan Turner), sahabat ibunya pun membuat Clary merasa memiliki seorang paman. Ditambah lagi Simon Lewis (Robert Sheehan), sang sahabat yang selalu setia menemani Clary. Kehidupan yang nampak normal tersebut kemudian berubah sejak Clary tanpa sadar 'diperkenalkan' terhadap suatu simbol di kepalanya. Simbol tersebut membawa Clary menuju klub malam, tentunya bersama Simon. Di sana, Clary menyaksikan insiden pembunuhan mengerikan. Anehnya, dari semua orang yang berada di klub tersebut, hanya Clary lah yang dapat melihat kejadian tersebut. Tidak juga dengan Simon.

Bersamaan dengan itu, Jocelyn pun diserang oleh antek-antek dari Valentine Morgenstern (Jonathan Rhys Meyers), yang mencoba untuk menemukan sebuah benda bernama Mortal Cup. Benda tersebut dipercaya memiliki kekuatan yang sangat hebat dan mematikan. Selain itu, Jocelyn ternyata merupakan seorang Shadowhunter, yang sekaligus menjelaskan bila Clary bukanlah keturunan manusia normal biasa. Hanya Jocelyn lah yang tahu dimana Mortal Cup tersebut berada. Pelaku pembunuhan di klub, Jace Wayland (Jamie Campbell Bower) pun menjadi orang pertama yang menjelaskan pada Clary tentang hal-hal aneh yang ia alami. Sementara itu, Clary dihadapkan pada situasi dimana ia seorang diri harus mencari dimana keberadaan ibunya, dan siapa sebenarnya dirinya. Bersama dengan Jace, juga Simon, Clary pun 'masuk' ke dunia yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

The Mortal Instruments: City of Bones persembahan Constantin Film Production dan Sony Pictures Worldwide kiranya akan menjadi pilihan menarik bagi Anda. Film yang digarap oleh Harald Zwart ini memiliki nilai lebih dari versi novelnya, dimana hal tersebut terlihat dari pengemasan kisah fiksi yang sangat menarik. Bila Anda pembaca novelnya, perwujudan imajinasi Anda akan dibuat sangat nyata dalam visual The Mortal Instruments: City of Bones. Keindahan visual yang sangat memanjakan mata tersebut juga didukung oleh penyegaran wajah baru seperti, Lily Collins, Robert Sheehan, dan Jamie Campbell Bower, yang berperan sangat luar biasa. The Mortal Instruments: City of Bones juga memiliki alur cerita yang ringan namun tak terduga. Film yang berlokasi syuting di Kanada dan Amerika Serikat ini pun telah disebut-sebut akan merilis sekuelnya pada 2014 mendatang.4

Percy Jackson Sea of Monsters: Aksi Putra Poseidon di Lautan Monster


Boleh jadi film tentang kisah dewa-dewa di mitologi Yunani merupakan salah satu pilihan menarik untuk sebuah hiburan lewat media audio visual. Setelah cukup 'megang' lewat debutnya yang bertajuk Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief (2010), kini sekuelnya yang dipersembahkan oleh Fox 2000 Pictures akan segera hadir. Adalah Percy Jackson: Sea of Monsters, dimana Percy Jackson (Logan Lerman) selaku anak dari Dewa Laut, Poseidon, akan kembali bertualang bersama teman-temannya, Annabeth Chase (Alexandra Daddario) dan Grover Underwood (Brandon T. Jackson).

Bermula ketika pohon Thalia, sebagai benteng pertahanan half-blood camp, telah diracuni. Hal tersebut menyebabkan para manusia setengah dewa yang tinggal di dalam camp lebih riskan terancam bahaya dari makhluk-makhluk mengerikan lainnya di hutan. Guna mengembalikan pohon Thalia seperti sediakala, Percy harus mendapatkan Golden Fleece. Sebuah bulu domba emas yang bisa mengobati bahkan menghidupkan kembali hewan, tanaman, juga manusia yang sudah mati. Namun tentunya tidak mudah, Golden Fleece terdapat di sebuah pulau bernama Polyphemus yang terletak di Lautan Monster, yang akrab dikenal manusia dengan Segitiga Bermuda. Sebagai putra dari Poseidon, hiruk-pikuk perjalanan Percy bertambah seru dan menegangkan dengan kehadiran saudara laki-lakinya, Tyson (Douglas Smith), yang merupakan kelompok Cyclops. Ketegangan bertambah epik ketika putri dari Dewa Perang, Ares, bernama Clarisse (Leven Rambin) diberi mandat untuk memimpin pencarian Golden Fleece tersebut. Adanya pembelot yang bermaksud jahat juga menjadikan perjalanan Percy semakin berliku. Mampukah Percy dan teman-temannya mendapatkan Golden Fleece dan menyelamatkan pohon Thalia?

Diangkat berdasarkan novel laris karya Rick Riordan, Percy Jackson: Sea of Monsters menawarkan ketegangan serupa seperti film sebelumnya. Hanya saja dalam filmnya kali ini, sang sutradara, Thor Freudenthal, mengenalkan lebih banyak lagi karakter-karakter unik dalam mitologi Yunani. Tema fiksi petualangan yang diusung membuat Percy Jackson: Sea of Monsters sangat pas untuk disaksikan oleh segala usia. Nampaknya angkat topi pun perlu dilakukan untuk para tim produksi Percy Jackson: Sea of Monsters, khususnya tim visual efek yang sangat memanjakan mata. Tak hanya itu, penyegaran pun ditawarkan oleh film berdurasi 106 menit ini lewat sejumlah pemeran baru. Kehadiran Mr. Brunner/ Chiron yang di film sebelumnya diperankan oleh Pierce Brosnan, kini digantikan oleh Anthony Head. Sama halnya dengan Dylan Neal selaku pemeran Hermes, kini diperankan oleh Nathan Fillion. Percy Jackson: Sea of Monsters yang diskenariokan oleh Craig Titley, juga akan hadir lewat format 3D untuk menambah petualangan seru Anda di bioskop.

Elysium: Ketika Bumi Sudah Tidak Layak untuk Dihuni


Ketika bumi penuh dengan berbagai penyakit akibat polusi yang sudah melewati batas, umat manusia akhirnya membuat tempat tinggal baru yang lebih modern dan tentunya lebih sehat untuk ditinggali. Nama tempat itu adalah Elysium, dimana didalamnya terdapat berbagai fasilitas yang nyaman, aman dan menyehatkan. Tapi sayangnya hanya manusia-manusia tertentu saja yang bisa tinggal disana. Elysium merupakan tempat tinggal 'mumpuni' yang dipenuhi oleh orang-orang kaya, sedangkan bagi kaum proletar, mereka hanya bisa bermimpi dan berharap suatu saat nanti bisa tinggal di Elysium. Max (Matt Damon) adalah salah seorang yang memiliki harapan besar itu. Max bertekad untuk pergi ke Elysium, demi menyembuhkan penyakitnya setelah mengelami kecelakaan di lingkungan kerjanya. Di Elysium terdapat alat yang canggih yang bisa mengobati semua penyakit, bahkan bisa membuat manusia awet muda.

Usaha Max untuk pergi ke Elysium tidaklah mudah, ia harus bekerja ekstra keras dan berkorban demi melanjutkan kehidupannya meskipun cara yang ia tempuh itu ilegal. Adalah Spider (Wagner Moura) yang membuka harapan Max untuk bisa pergi Elysium walau 'harga' yang harus ia bayar sangatlah mahal. Elysium benar-benar menawarkan kisah yang realistis. Seperti kita ketahui, permasalahan iklim akibat pengaruh polusi yang diproduksi oleh umat manusia masih menjadi isu utama di dunia. Maka tak tertutup kemungkinan penggambaran yang ditampilkan di film Elysium bisa saja menjadi kenyataan di kemudian hari. Oleh sebab itulah film ini sangat mudah dipahami dan langsung mencuri perhatian kita sesaat Elysium baru dimulai. Disana akan diperlihatkan bagaimana kehidupan umat manusia di bumi pada akhir abad 21 dan tahun 2154 yang penuh dengan penyakit dan polusi. Selain realistis, film Elysium juga menawarkan kisah yang lebih luas dan bukan sebatas perjuangan Max untuk menuju tempat impiannya. Di dalamnya terdapat cerita tentang persahabatan Max dengan teman kecilnya, persaingan politik dan rasa kemanusiaan. Karena film ini menggambarkan kondisi di masa yang akan datang, sudah tentu alat-alat dan kendaraan yang ditampilkan jauh lebih modern dan canggih. Hal itu ditampilkan lewat prajurit robot produksi Armadyne, pesawat terbang lintas angkasa, senjata dan perkakas komputer yang mumpuni. Kualitas visual efek dan pemain yang dilibatkan di Elysium menjadi andalan utama untuk film ini. Efek yang disajikan sutradara Neill Blomkamp sangatlah tidak berlebihan dan natural di setiap scenenya, ditambah lagi dengan performa artis-artis papan atas di dalamnya seperti Matt Damon, Jodie Foster, William Fichtner, Alice Braga serta Sharlto Copley yang membuat kisah film ini menjadi lebih hidup.

Secara keseluruhan, film Elysium sangat dianjurkan untuk ditonton terlebih lagi bagi mereka yang sangat menyukai genre action sci-fi dan penggemar berat Matt Damon serta Jodie Foster. Bagaimanakah cara Max menuju Elysium? berhasilkah dia mengobati penyakitnya disana? temukan jawabannya dengan menonton Elysium yang sudah bisa dinikmati dalam format IMAX di Cinema 21 mulai hari ini.

Pacific Rim: Pertempuran Seru Antara Robot dan Monster Raksasa


Ketika manusia berusaha mencari tahu tentang keberadaan mahluk lain selain di bumi, tanpa disadari di kedalaman laut planet ini terdapat 'lubang terobosan' yang melahirkan monster-monster raksasa bernama Kaiju. Mahluk mengerikan itu membantai semua umat manusia tanpa basa-basi demi mengembangkan populasi mereka di bumi. Melihat petaka global ini, seluruh negara di dunia bergabung dan mencoba melawan Kaiju dengan membuat pasukan robot raksasa bernama Jaegers. Meskipun Kaiju berhasil dikalahkan, namun Kaiju-Kaiju yang lain terus bermunculan seakan tidak ada habisnya. Di pasukan elit Jaegers, Becket bersaudara yaitu Yancy Becket (Diego Klattenhoff) dan Raleigh Becket (Charlie Hunnam) seakan menjadi selebriti karena memiliki prestasi luar biasa dalam membasmi Kaiju. Lewat kendaraan Jaegers-nya yang bernama Gipsy Danger, mereka menjadi andalan dalam menghambat teror monster Kaiju ke wilayah manusia. Namun pada suatu hari, Becket bersaudara menghadapi Kaiju yang lain dari biasanya, yang membuat ketenaran mereka hilang. Akibat peristiwa itu, pemerintah sadar kalau Kaiju mampu berevolusi dan semakin kuat di setiap kemunculannya. Pemerintah menganggap Jaegers telah gagal dan lebih memilih untuk membangun tembok besar untuk pertahanan. Di sisi lain, Idris Elba (Stacker Pentecost) komandan para pasukan Jaegers tetap yakin bahwa Kaiju bisa dikalahkan oleh mereka.

Jika Anda mencari tontonan action fantasi yang seru, film Pacific Rim adalah pilihan yang sangat tepat karena menonjolkan aksi pertarungan maut antara monster raksasa dengan robot raksasa yang dikendarai oleh dua orang manusia. Jika ada membayangkan monster Kaiju mirip Godzilla atau dinosaurus di film Jurassic Park (1993), maka Anda salah besar. Di film Pacific Rim, monster Kaiju jauh lebih besar, lebih menyeramkan dan tentunya lebih beringas. Sudah tentu kehancuran yang disebabkan oleh teror Kaiju dan pertempuran antara Jaegers dengan Kaiju juga berdampak luas, sehingga dapat dipastikan bisa membuat penonton merasa kagum dengan kemegahan film ini. Karena teror Kaiju menjadi permasalahan global, maka lokasi dari film ini jauh dari kesan sempit. Pacific Rim menampilkan latar belakang di beberapa negara mulai dari Amerika Serikat, Australia, Alaska hingga Hongkong.

Dalam urusan membuat sosok mahluk aneh, sutradara Guillermo Del Toro memang sudah sangat berpengalaman lewat film sebelumnya seperti Mimic (2001) dan Hellboy (2004), tapi di Pacific Rim bisa jadi ini adalah karya monster terbaik Del Toro lewat sosok Kaiju. Selain memiliki tubuh yang sangat besar, jenis Kaiju pun beragam dan punya 'senjata' yang mematikan. Bicara tentang Hellboy, Del Toro juga melibatkan bintang utama dari film tersebut di Pacific Rim sebagai Hannibal Chau. Kali ini dia bukan menjadi pahlawan dalam kegelapan, melainkan berperan sebagai seorang yang sangat unik dan 'akrab' dengan monster Kaiju. Tidak ketinggalan, duet Charlie Hunnam dan Rinko Kikuchi sebagai Mako Mori di film ini begitu padu. Keduanya terlihat sangat prima saat melakukan adegan berat seperti pertarungan satu lawan satu dan pertempuran melawan Kaiju di dalam robot Gipsy Danger. Karena film ini termasuk kedalam genre fantasi, sudah tentu unsur efek gambar Pacific Rim sangatlah penting demi mendukung kualitas ceritanya. Hal ini membuat sosok monster Kaiju dan Jaegers semakin lebih hidup dan tentunya terasa maksimal jika Anda menikmati film ini dengan format 3D ataupun IMAX. Secara keseluruhan, Pacific Rim sangatlah menarik untuk ditonton dan aman dikonsumsi anak-anak. Bagaimanakah cara manusia membasmi Kaiju yang mampu berevolusi setiap kemunculannya? Mampukah para Jaegers bangkit demi kelangsungan hidup umat manusia? temukan jawabannya dengan menonton film Pacific Rim yang mulai tayang pada hari ini, 11 Juli 2013 di Cinema 21.

The Call: Keberanian dan Perjuangan dari Dua Orang Wanita


Marabahaya memang tak dapat dihindari. Namun bukan berarti Anda harus tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa saat hal buruk terjadi menimpa Anda atau orang disekitar Anda, karena selalu ada tangan yang akan mengulur bila Anda membutuhkan bantuan. Dalam The Call, begitulah yang tergambar. Bermula ketika seorang operator telepon 911 yang berpengalaman, Jordan Turner (Halle Berry), membuat kesalahan saat mendapati telepon dari seorang gadis bernama Leah Templeton (Evie Thompson). Leah saat itu menelepon karena seorang pria asing berusaha masuk ke rumahnya, dan ia seorang diri di dalam rumah. Bermaksud menyelamatkan, namun Jordan malah secara tidak sengaja membuat kesalahan yang berakibat hilangnya nyawa Leah. Terpukul dengan kejadian tersebut, Jordan pun memutuskan untuk tak lagi duduk sebagai operator 911. Ia berpindah haluan menjadi pengajar bagi para calon karyawan magang di 911. Kematian tragis Leah saat itu terus menghantui Jordan hingga 6 bulan lamanya. Namun pada suatu ketika, saat dihadapkan pada telepon dengan suatu tragedi yang nyaris sama dengan Leah, nurani Jordan pun tergerak dan ia kembali melayani sebagai operator 911. Adalah Casey Welson (Abigail Breslin), seorang gadis belia diseberang telepon yang memohon bantuan dari Jordan. Casey yang saat itu sedang diculik, berada di dalam bagasi mobil dan pencarian terhadap dirinya berlangsung cukup sulit.

Seiring cemasnya penantian untuk menemukan Casey, hati Jordan semakin tergerak ketika mengetahui sebuah kenyataan mengejutkan. Apakah kiranya hal yang mengejutkan tersebut? Akankah Casey mampu diselamatkan, atau akan berakhir sama dengan Leah? Sebuah persembahan hebat dari Troika Pictures siap menggiring Anda untuk menuju ke bioskop Cinema 21. Film bertemakan crime thriller berjudul The Call ini tak lama lagi akan menjadi pilihan menarik bagi Anda. Selain didukung oleh bintang berbakat seperti Halle Berry, Abigail Breslin, Morris Chestnut, Michael Eklund dan David Otunga, The Call juga menawarkan sebuah kisah perjuangan berani yang dialami oleh dua orang wanita. Ia yang berani memperjuangkan hidupnya, dan ia yang berani mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain. Dibawah arahan sutradara Brad Anderson, The Call memiliki kisah yang mudah untuk ditangkap. Hal ini juga lantaran tidak banyak plot-plot lokasi yang digunakan.

Namun tak perlu khawatir, karena kejenuhan tak akan menghampiri Anda selama 94 menit durasi pemutaran The Call. Penasaran bagaimana aksi dua orang wanita, Halle Berry dan Abigail Berslin dalam menunjukkan keberanian mereka? Jangan lewatkan The Call di Cinema 21.

The Wolverine: Masa Lalu yang Menentukan Takdir Masa Depan

Perjalanan Logan (Hugh Jackman) dalam The Wolverine berlanjut, kali ini dibayangi mimpi buruk yang kelam, Logan mencoba menjalani hidupnya pasca meninggalnya sang terkasih Jean (Famke Janssen).
The Wolverine bermula dari kebaikan Logan di masa lalunya yang membawanya pada sebuah jalan yang akan mengubah takdirnya. Logan yang pernah ditahan oleh tentara Jepang, harus kembali ke negeri Sakura itu untuk menemui teman lamanya Yashida (Hal Yamanouchi) yang tengah sekarat.
Yashida adalah pengusaha besar di Jepang dan juga seorang samurai sejati. Perusahaannya merupakan raksasa di dalam negeri dan disegani di Asia. Menjelang ajal, Yashida meninggalkan sebuah wasiat kepada Logan agar melindungi cucunya Mariko (Tao Okamoto). 
Ancaman datang lewat Yakuza yang ingin membunuh Mariko. Logan yang awalnya tidak ingin ikut campur pun terpaksa membantu keturunan Yashida itu. Tidak mudah bagi Logan untuk menyelamatkan Mariko, pasalnya kekuatannya hilang dan harus bertarung layaknya manusia biasa.




Bagi Anda penggemar Wolverine, kisah terbaru Logan dalam The Wolverine dipastikan akan memuaskan setelah menunggu 4 tahun saat seri pertamanya X-Men Origins: Wolverine (2009) dirilis. Untuk mengikat cerita film, Mark Bomback, Scott Frank dan Christopher McQuarrie yang bertugas sebagai penulis naskah menyambung benang merah pada kisah terakhir X-Men: The Last Stand (2006).
Cerita yang kuat ini dijahit rapih oleh James Mangold selaku sutradara yang kembali membawa aksi liar sang jagoan layaknya binatang buas. Saran bagi Anda, setelah film habis, jangan beranjak dari kursi, pasalnya akan ada sebuah adegan tambahan yang dipastikan akan membuat Anda bertepuk tangan dan akan semakin penasaran dengan kisah lanjutannya.

Aksi liar Hugh Jackman dalam The Wolverine bisa Anda saksikan mulai hari ini 24 Juli 2013 di bioskop.

The Heat: Kolaborasi Unik Agen FBI dan Polisi Lokal


Perjalanan seru dan tak terlupakan bermula ketika seorang Agen Khusus FBI di New York, Sarah Ashburn (Sandra Bullock), dikirim oleh bosnya untuk memecahkan sebuah kasus di Boston, Massachusetts. Mengingat kemampuannya dalam menganalisa dan setumpuk prestasi yang telah didapatnya, Ashburn pun menjadikan hal tersebut sebagai batu loncatan agar ia dapat duduk di kursi jabatan yang lebih tinggi. Adalah Simon Larkin, yang menjadi target utama Ashburn di Boston. Bukan dengan mudah Ashburn memecahkan kasus tersebut, ditambah lagi setelah pertemuan yang kurang menyenangkan dengan seorang Polisi Lokal, Mullins (Melissa McCarthy). Jauh berbeda dengan Ashburn yang berbasis 'text book', Mullins sangatlah berapi-api dan punya caranya sendiri dalam menghadapi kasus. Meski diawal mereka berdua sempat bersitegang, hal itu tidak berlangsung lama karena keduanya diharuskan bekerja sama untuk membekuk Larkins. Dalam penyelidikannya tersebut, terkuaklah sesuatu yang memilukan yang menimpa Mullins. Lantas mampukah keduanya bersama-sama menaklukkan target mereka? Jika Anda menginginkan suasana tegang dengan kemasan humor, The Heat lah jawabannya.

Tak diragukan lagi, keterlibatan Sandra Bullock dan Melissa McCarthy di dalamnya menjadi salah satu pemicu menghiburnya film The Heat ini. Disisi lain, sang sutradara Paul Feig, mengemas intisari cerita dengan sangat ringan dan sedikit kejutan diakhirnya. Sentuhan-sentuhan humor pun tampak begitu nyata dan mampu mengocok perut Anda. Bahkan karena kelucuannya, Anda seakan tak mampu untuk berhenti tertawa melihat ulah dari dua orang rekan kerja tersebut.

Dibawah produksi Twentieth Century Fox, The Heat dengan durasi 117 menit ini juga menawarkan kombinasi unik antara dua kepribadian manusia yang berbeda, dan cara mereka untuk mengatasi perbedaan tersebut. Sang penulis, Katie Dippold, juga dengan luar biasa memadu padankan sebuah kisah segar yang sangat menghibur. Aksi kolaborasi dari Agen Khusus FBI dan Polisi Lokal Boston dalam The Heat ini akan siap menghibur Anda mulai 10 Juli 2013 di Cinema 21.

The Lone Ranger: Saat Coboy dan Indian Bersama Membasmi Penjahat


Sukses dengan film coboy animasi Rango (2011), Gore Verbinski kini kembali mengajak Johnny Depp dalam film coboy The Lone Ranger. Ini adalah kelima kalinya Verbinski dan Depp bekerjasama. Selain Rango, keduanya juga bersama-sama dalam tiga film seri Pirates of the Caribbean. The Lone Ranger sendiri mengisahkan tentang dua legenda Amerika John Reid/Lone Ranger (Armie Hammer) dan Tonto (Johnny Depp). Berawal dari pertemuan tak disengaja di kereta api, John dan Tonto memulai petualangan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Pembangunan rel kereta api didaerah barat ternyata membawa permasalahan baru bagi daerah-daerah yang sedang berkembang. Mulai dari kejahatan yang meningkat sampai perebutan lahan antara kaum kulit putih dan suku Indian, yang merupakan penduduk asli Amerika. Butch Cavendish (William Fichtner) adalah seorang penjahat yang paling dicari oleh hukum. Kedatangannya di negara bagian Texas sangat dinanti oleh para Texas Ranger pimpinan Dan Reid (James Badge Dale) yang tidak lain adalah kakak dari John Reid. Butch berhasil ditangkap dan tiang gantungan pun menantinya di Colby, Texas.

Ternyata, bukan hanya para Texas Ranger saja yang menginginkan Butch, Tonto pun memiliki hasrat yang sama. Namun Butch berhasil lolos setelah kelompoknya menyerang kereta api yang akan membawanya ke Texas. Butch pun kembali menjadi buronan yang paling dicari. Dan Reid dan anak buahnya yang hendak mencari Butch akhirnya mengajak serta John yang kini diangkat menjadi seorang Ranger. Namun sayang, kelompok pimpinan Dan berhasil disergap oleh Butch dan kawan-kawannya. John yang sekarat dalam serangan itu akhirnya berhasil diselamatkan oleh Tonto lewat bantuan seekor kuda putih. Diangkat dari seri televisi tahun 1950-an dan juga sandiwara radio populer.

The Lone Ranger kini menampilkan sebuah kisah yang segar dan penuh tawa. Walau unsur action film ini pun kental ditawarkan. Tidak diragukan lagi kemampuan Johnny Depp memerankan karakter unik Tonto. Duetnya bersama Armie Hammer di film ini patut diacungi jempol. Kemasan The Lone Ranger versi Verbinski dibuat melalui cerita sosok misterius di sebuah Wild West Exhibition tahun 1933 di San Fransisco. Seorang anak kecil berbicara kepada sosok tersebut yang bercerita mengenai Tonto dan Lone Ranger. Layaknya flashback, aksi seru pun dimulai. Tidak hanya cerita yang kuat dibangun oleh Justin Haythe, Ted Elliott dan Terry Rossio, salah satu unsur yang menarik adalah lagu khas The Lone Ranger yang kembali menghiasi film ini. Bagi Anda yang familiar dengan kisah coboy bertopeng ini dipastikan akan menikmati nostalgia saat lagu khas film kembali terdengar. Penasaran dengan aksi Depp dan Hammer di The Lone Ranger, saksikan di bioskop mulai 4 Juli 2013.

White House Down: Ketika Petaka Hadir di Rumah Presiden


John Cale (Channing Tatum) adalah petugas keamanan pribadi dari juru bicara kepresidenan Amerika Serikat Raphelson/Eli (Richard Jenkins), yang sedang mencoba menaikkan karirnya untuk menjadi bagian dari dinas rahasia Presiden Sawyer (Jamie Foxx). Saat memenuhi panggilan di gedung putih, Jhon mengajak putrinya yang gemar sekali dengan dunia politik bernama Emily Cale (Joey King). Mendapat hadiah spesial dari sang ayah, Emily merasa sangat bahagia karena bisa melihat dengan dekat 'kediaman' orang nomor satu di negaranya tersebut. Walau John gagal bergabung ke dinas rahasia kepresidenan, kebahagiaan yang terpancar dari wajah Emily seakan mampu meredam rasa kecewanya. Tapi kebahagiaan yang Emily rasakan di gedung putih tidak berlangsung lama. Sebuah teror telah ditanam di dalam istana presiden dan sudah dipastikan target utamanya adalah Presiden Sawyer yang kala itu sedang merencanakan perjanjian damai dengan negara lain. Di saat itulah John Cale merasa memiliki dua tanggung jawab, yaitu menyelamatkan Presiden sekaligus putri semata wayangnya. Jika Anda mencari keseruan dalam sebuah film, White House Down adalah salah satunya.

Disini Anda akan melihat sebuah teror yang mencekam di dalam gedung putih yang dikenal menjadi tempat paling steril di dunia. Sejak rencana teror diperlihatkan, tanpa disadari penonton akan dibuat penasaran dengan tujuan dari teror tersebut dan siapa dalang dibalik semua ini. Perlu diketahui, film White House Down memiliki durasi yang cukup lama yaitu 131 menit. Namun dapat dipastikan kalau rasa bosan tidak akan terasa ketika Anda menikmati film ini selain kesan mencekam, khawatir, penasaran dan kagum dengan kemegahan gedung putih yang tiba-tiba porak-poranda.

Selain itu, sesekali penonton juga akan dibuat tertawa dengan tingkah unik John dan Presiden Sawyer ketika berada di posisi yang genting ditengah kepungan para teroris. Di film ini banyak dialog-dialog yang sederhana namun penuh makna, oleh sebab itulah disarankan untuk tidak terlambat ketika menikmati White House Down agar bisa lebih memahami kisah di bagian akhirnya. Secara keseluruhan film ini sangatlah cocok bagi para pecinta action khususnya penggemar Channing Tatum dan Jamie Foxx, karena mereka mampu berkerjasama dengan sangat apik dan natural. Pesan yang terkandung dalam film ini juga cukup banyak yaitu mengenai nasionalisme, perdamaian, kepercayaan, kasih sayang dan mempergunakan kesempatan sebaik mungkin. Mampukah John menyelamatkan Presiden dan putrinya? dan siapakah dalang dibalik teror gedung putih? temukan jawabannya di White House Down.

World War Z: Perang Manusia Melawan Zombie


Bagi Anda pecinta film Zombie, World War Z bisa jadi adalah impian yang menjadi kenyataan, penuh ketegangan, darah dan kekacauan khas yang diciptakan oleh para mayat hidup ini. Diadaptasi dari buku novel berjudul sama karangan Max Brooks, World War Z benar-benar menciptakan atmosfer kengerian yang tiada akhir. Tidak banyak basa basi, World War Z mengisahkan tentang serangan zombie yang sadis, beringas dan menglobal dikarenakan sebuah virus misterius. Virus yang dapat merubah manusia berakal menjadi mayat hidup hanya dalam waktu 12 detik saja. Itulah alasan mengapa kekacauan terjadi dimana-mana dalam skala dunia. Gerry Lane (Brad Pitt) mantan anggota PBB yang berpengalaman dilapangan dan banyak terlibat dalam situasi di medan-medan konflik, ditugasi kembali untuk menemani seorang dokter ahli virus dari Harvard, Andrew Fassbach (Elyes Gabel) guna mencari obat untuk mengatasi zombie-zombie tersebut. Gerry yang awalnya menolak tidak kuasa menerima tugas tersebut demi menyelamatkan istri dan kedua putrinya agar tetap berada di zona aman. Gerry akhirnya pergi bersama Andrew dan tim buatan PBB untuk mencari asal virus tersebut berasal dan mencari vaksin sambil berharap menemukan jawaban atas bencana yang mengancam populasi umat manusia dimuka bumi.

Tegang dari awal hingga akhir, itu adalah kata yang bisa digambarkan setelah menonton World War Z. Dengan durasi 116 menit, World War Z seakan tidak memberikan Anda kesempatan untuk mengatur nafas sejenak. Kesadisan para zombie ini dipastikan akan memacu ketegangan yang tak berujung. Sebuah gambaran Perang Dunia antara manusia dan zombie itulah yang ingin digambarkan Marc Foster selaku sutradara World War Z. Marc mengemas dengan apik film ini berkat dukungan naskah yang kuat dari Matthew Michael Carnahan (State of Play), Drew Goddard (The Cabin in The Woods dan Cloverfield) dan Damon Lindelof (Star Trek Into Darkness dan Prometheus).

Penasaran dengan aksi Brad Pitt di World War Z, saksikan filmnya mulai 19 Juni 2013 hanya di Cinema 21.

Man of Steel: Tugas Berat Pertama Superman


Clark Kent/Kal-El (Henry Cavill) merasa bingung dengan kekuatan yang dimilikinya. Ia merasa istimewa sekaligus merasa aneh karena berbeda dengan teman-temannya. Walau sering dikucilkan dan ditindas, Clark diajarkan untuk tetap sabar serta menghindari penggunaan kekuatan spesialnya. Tapi di sisi lain, Clark mulai sering beradu paham dengan ayah angkatnya, Jonathan Kent (Kevin Costner) yang tetap memaksa untuk tidak menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Menurut Jonathan, dunia masih belum bisa menerima fakta akan kehadirannya. Setelah beranjak dewasa, Jonathan sadar kalau kehadiran Clark ke bumi memiliki sebuah tujuan. Ia pun membeberkan kisah sebenarnya dan menyarankan Clark untuk mencari tahu hal tersebut. Ketika Clark mulai menemukan titik terang tentang jati diri dia sebenarnya, seorang reporter cantik bernama Lois Lane (Amy Adams) merasa sangat tertarik untuk mengangkat kisahnya. Masalah mulai muncul ketika bangsa tersisa dari planet Krypton pimpinan Jendral Zod (Michael Shannon) hadir di bumi dan ingin membentuk planet Krypton yang baru. Dari sanalah Clark mulai menggunakan semua kekuatannya untuk menyelamatkan umat manusia, meskipun mereka masih ragu dengan kehadirannya. Akhirnya film yang paling dinanti di tahun 2013 telah hadir di jaringan Cinema 21. Adalah Man of Steel yang merupakan karya terbaru dari kolaborasi apik antara sutradara Zack Snyder dengan produser Christopher Nolan, dimana mereka telah sukses menawarkan tontonan yang lebih dari yang Anda bayangkan. Ada banyak alasan mengapa Man of Steel dianggap telah sukses menyajikan tontonan yang melebihi dugaan para penonton, salah satu diantaranya adalah dari unsur actionnya.

Disini Anda akan dimanjakan dengan adegan pertempuran yang sangat dahsyat dan penuh kehancuran, layaknya pertarungan para dewa dan bumi hanya sebagai 'kotak pasirnya'. Kombinasi antara gaya 'kinetik' Zack Snyder dengan 'gelapnya' Nolan juga telah berhasil mengangkat film ini menjadi jauh lebih menarik. Mereka mencoba menawarkan isu dilema moral dengan pertanyaan apakah manusia bisa mempercayai seorang alien untuk menyelamatkan bumi? Kenapa seseorang yang bukan dari bumi mau pertaruhkan nyawanya demi keselamatan umat manusia? Pengalaman action Zack di film 300 (2006) benar-benar diutarakan disini, dipadu dengan emosi yang mendalam lewat sentuhan Nolan yang merangkap sebagai penulis skenario bersama David S. Goyer. Jika bicara mengenai sosok Superman, sudah tentu pemeran utama di film Man of Steel menjadi 'sasaran' utama dari perhatian penonton. Henry Cavill yang dipercaya mengemban tugas tersebut dinilai sangat mumpuni mendalami karakternya baik di dalam maupun di luar kostum merah biru. Diyakini aktor asal Inggris tersebut bakal lebih populer usai membintangi film Man of Steel. Secara fisik ia juga lebih dinamis ketimbang pendahulunya, dan itu terlihat sangat jelas ketika menjalani adegan penyelamatan dengan bertelanjang dada. Pemeran pendukung di Man of Steel juga tidak boleh dipandang sebelah mata karena didalamnya banyak sekali artis-artis kelas A seperti Kevin Costner, Russell Crowe, Michael Shannon, Laurence Fishburne dan sebagainya. Mereka terbukti mampu bermain dengan sangat maksimal meskipun lewat scene yang terbatas. Khusus untuk peran Russell dan Kevin, secara emosi keduanya benar-benar berhasil membentuk karakter Clark/Kal-El menjadi lebih luar biasa. Secara keseluruhan, Man of Steel telah berhasil menggambarkan sosok superhero yang realistis, penuh emosi dan unsur action mumpuni. Meskipun David S. Goyer dan Christopher Nolan cukup berani menampilkan alur cerita yang maju mundur, namun tanpa disadari hal itu justru memancing perhatian penonton untuk terus fokus dengan kisahnya.

Lewat film ini penonton bisa mendapatkan pesan mengenai arti pahlawan sebenarnya dan pentingnya sebuah harapan yang lebih baik. Mampukah Clark menemukan jati diri dia sebenarnya? Apakah Superman bisa mengalahkan Jendral Zod yang ingin menguasai bumi? jawabnya tentu hanya bisa diketahui dengan menonton film Man of Steel yang sudah tayang di Cinema 21 pada hari ini (13/6).

After Earth: Saat Bumi Bukan Lagi Tempat yang Nyaman


Sukses dengan The Pursuit of Happyness (2006), membuat Will Smith dan Jaden Smith kembali berakting bersama dalam After Earth. Kali ini dibawah komando M. Night Shyamalan sebagai sutradara, aksi ayah dan anak ini akan kembali bisa dinikmati. Alkisah bumi ditinggalkan oleh manusia karena sebuah bencana yang memaksa manusia mencari rumah baru yang disebut dengan Nova Prime. Namun di Nova Prime manusia tidak sendiri, sosok 'mahluk lain' muncul dengan senjata mereka berupa predator bernama Ursa. Walau buta, Ursa bisa tetap melacak lewat ketakutan yang keluar dari manusia. Hanya satu orang yang tidak memiliki ketakutan dalam dirinya. Dialah Jenderal Cypher Raige (Will Smith) yang bisa menghilangkan rasa takutnya dihadapan Ursa. Tehnik yang digunakan Cypher dikenal dengan istilah 'menghantu' dan diadopsi oleh The Rangers Corps untuk para Ranger baru. Jendral Cypher adalah legenda hidup bagi The Rangers Corps. Sang anak Kitai Raige (Jaden Smith) pun berambisi menjadi seorang Ranger tangguh. Namun kehebatan Kitai dilapangan ternyata tidak membuat Kitai lolos sebagai anggota Ranger. Kitai gagal dan kecewa dengan itu, apalagi sang ayah diketahui akan segera pensiun. Hubungan anak dan ayah yang kurang harmonis ternyata mendorong Faia (Sophie Okonedo), Istri Cypher dan Ibu kitai membujuk suaminya untuk membawa Kitai dalam misi terakhir Cypher sebelum pensiun. Hal ini disambut oleh Kitai yang memang ingin merasakan sebuah petualangan layaknya seorang Ranger. Dalam misi terakhirnya ini, pesawat mereka terkena badai asteroid dan mereka terpaksa mendarat darurat disebuah planet terlarang dan berbahaya yang dulu mereka sebut sebagai bumi. Di bumi, Kitai mendapatkan tugas dari sang ayah yang terluka parah, Kitai harus berhasil menemukan bagian pesawat mereka yang hilang agar mereka bisa selamat.

After Earth yang ceritanya dibuat oleh Will Smith sendiri ternyata memberi warna baru dalam film sci-fi adventure. Imajinasi Will diterjemahkan oleh Gary Whitta dan sutradara M. Night Shyamalan yang juga ikut dalam penulisan skenario film. Penggambaran wajah bumi yang sudah ditinggalkan manusia selama 1000 tahun serta evolusi binatangnya seakan membawa kita ke sebuah planet baru yang misterius. Perubahan cuaca ekstrem serta flora dan fauna bumi saat itu menjadikan bumi bukan lagi tempat yang nyaman.

After Earth juga menjadi pembuktian akting Jaden Smith bersama sang Ayah. Akankah Jaden akan sukses seperti ayahnya yang sudah diakui dunia sebagai aktor papan atas. Penasaran dengan aksi ayah dan anak ini, saksikan After Earth mulai 5 Juni 2013.

The Hangover Part III: Wolfpack vs Leslie Chow


Kegilaan anggota Wolpack, Alan Garner (Zach Galifianakis), Phil Wenneck (Bradley Cooper), Doug Billings (Justin Bartha), dan Stuart 'Stu' Price (Ed Helms) akhirnya berlanjut dalam The Hangover Part III, kali ini kisah akan menyorot dalam ke kehidupan Alan. The Hangover Part III dibuka dengan lolosnya Leslie Chow (Ken Jeong) dari penjara berkeamanan tinggi. Sementara ditempat lain, Alan baru saja membuat ulah yang menyebabkan sang ayah, Sid Garner (Jeffrey Tambor) tewas karena serangan jantung. Ditengah kedukaan Alan, anggota Wolfpack yang lain berinisiatif untuk membawa Alan ke Arizona untuk melanjutkan pengobatannya. Namun di tengah perjalanan para Wolfpack malah menemui masalah dalam bentuk seorang Marshall (John Goodman). Cerita semakin seru saat Marshall yang menyandera Doug dan menyuruh Alan, Stu dan Phil untuk menangkap Chow karena telah mengambil emas milik Marshall. Bagi Anda yang sudah mengikuti dua film sebelumnya, pasti sudah tahu koneksitas antara Chow dan Wolfpack. Tidak sulit bagi Wolfpack untuk menemukan Chow. Namun masalah menjadi rumit, bukannya mengambil emas milik Marshall, Wolfpack malah kena muslihat Chow untuk mencuri emas yang tersisa dari rumah Marshall. Setelah pada The Hangover (2009), Anda menyaksikan pernikahan Doug, disusul pernikahan Stu pada The Hangover Part II (2011), kini The Hangover Part III menampilkan perkawinan dari Alan. Namun sebelum itu, para sahabat ini harus dihadapkan dengan situasi genting lebih dulu demi menyelamatkan sahabatnya. Masih dari sutradara yang sama, Todd Phillips, The Hangover Part III menampilkan kelucuan-kelucuan yang kerap terjadi dikumpulan sahabat ini. Adegan mabuk-mabukan seperti yang biasa ditampilkan kini dikisahkan diakhir pemutaran setelah credit title, seakan menuju pada kisah selanjutnya.

 Dengan durasi pemutaran selama 100 menit, film yang ceritanya ditulis oleh Craig Mazin, Scot Armstrong dan Todd Phillips, dipastikan The Hangover Part III akan menghibur Anda dengan aksi konyol para Wolfpack yang bisa membuat Anda tertawa lepas. The Hangover Part III akan tayang perdana mulai hari ini, 31 Mei 2013 di Cinema 21.

Fast and Furious 6: Kolaborasi Seru Dominic Toretto dengan Luke Hoobs


Brian O'Connor (Paul Walker) dan Mia Toretto (Jordana Brewster) mulai hidup nyaman di Spanyol, apalagi setelah mereka dikaruniai seorang putra. Meskipun Brian dan kakak iparnya, Dominic Toretto (Vin Diesel) merasa kurang terbiasa dengan dunia barunya tersebut, tapi mereka mencoba untuk menjalani demi meninggalkan masa kelam mereka. Ketenangan keluarga baru ini mulai terusik saat Luke Hoobs (Dwayne Johnson) yang masih memiliki 'hutang' untuk menangkap Dominic, secara tiba-tiba singgah di rumahnya. Namun ia datang bukan untuk misi penangkapan melainkan mengajak Dominic bekerjasama untuk menangkap kelompok penjahat internasional pimpinan Owen Shaw (Luke Evans). Awal tawaran Hoobs ditolak oleh Dominic, tapi ada hal yang membuat Dominic tertarik dengan tawaran Hoobs. Apa yang membuat Dominic tertarik dengan rencana Hoobs?

Seru dan tanpa basa basi, itulah gambaran yang dirasa pas untuk menggambarkan film ini. Sesaat film Fast and Furious 6 dimulai, penonton langsung disuguhkan dengan aksi kebut-kebutan yang menegangkan antara Brian dan Dominic. Satu hal yang tidak boleh terlewat di film ini adalah aksi mumpuni aktor asal Indonesia, Joe Taslim. Disini Joe kembali memperlihatkan totalitasnya dalam berakting, khususnya ketika melakoni adegan action. Selain mampu menampilkan adegan action yang mumpuni, Joe juga menyisipkan dialog bahasa Indonesia didalamnya. Secara keseluruhan, Fast and Furious 6 memiliki kisah yang lebih seru dari sebelumnya. Hal itu dibuktikan dengan kisahnya yang membuat penasaran dan aksi kebut-kebutan yang tidak hanya melibatkan berbagai jenis mobil cepat saja tapi juga ada tank serta pesawat. Apakah Brian, Dominic dan kawan-kawan mampu berkerjasama dengan baik dengan Luke Hobbs? Dan bagaimana aksi Joe Taslim di film garapan Justin Lin ini?

Jawabnya hanya bisa diketahui dengan menonton Fast and Furious 6 yang akan tayang di Cinema 21 pada 22 Mei 2013. Sebagai tambahan, lewat film ini para penonton nantinya akan mengetahui aktor laga ternama yang bakal terlibat di sekuel berikutnya. Selamat Menonton.

Star Trek Into Darkness: Misi Gelap Enterprise di Angkasa


J.J. Abrams membuktikan bahwa dirinya adalah seorang sutradara jenius. Sukses membawa kembali kisah Star Trek pada 2009, Abrams sukses membuat sekuelnya Star Trek Into Darkness menjadi sebuah kisah yang epic khas Star Trek namun tetap bisa dinikmati oleh penonton awam yang baru mengenal kisah tentang perjalanan antar galaksi ini. Star Trek Into Darkness dibuka dengan misi eksplorasi berikutnya bersama Kapten Kirk (Chris Pine), Spock (Zachary Quinto) dan kru Enterprise ke planet bernama Nibiru untuk menyelamatkan planet tersebut. Meskipun sukses, Kapten Kirk justru malah kehilangan Enterprise dan diturunkan pangkatnya karena dianggap telah melanggar aturan Starfleet. Komando Enterprise akhirnya diserahkan kembali ke Laksamana Pike (Bruce Greenwood) yang mendapat laporan 'jujur' dari Spock tentang kinerja kapten Kirk selama misi di planet Nibiru. Hubungan pertemanan Kirk dan spock pun renggang. Namun ditengah konflik kedua sahabat ini, seorang agen Starfleet, John Harrison (Benedict Cumberbatch) meneror markas Starfleet. Setelah teror di pusat data Starfleet, para petinggi Starfleet berkumpul untuk mengejar John. Namun belum juga dimulai misi pengejaran, John kembali mengumbar teror yang kali ini langsung ditujukan ke para petinggi Starfleet. Siapakah sebenarnya John Harrison? mengapa Ia begitu membenci Starfleet.

Star Trek Into Darkness hadir dengan rangkaian adegan yang luar biasa, dibuka dengan misi luar angkasa dan menghadirkan adegan kecepatan Wrap khas Star Trek. Cerita film yang ditulis oleh Roberto Orci dan Alex Kurtzman berhasil dikemas apik oleh Abrams. Paduan kisah dan teknologi Computer-generated imagery (CGI) untuk memunculkan sosok USS Enterprise dan angkasa raya benar-benar akan memanjakan mata Anda. Tidak bisa dipungkiri kehebatan Abrams dalam memunculkan aksi-aksi di Star Trek Into Darkness sangat memukau. Buktinya film dengan durasi 132 menit ini tidak hanya memiliki satu momen 'klimaks' didalamnya.
Beberapa kali setiap momen selalu mengundang tepuk tangan dan decak kagum. Belum lagi adegan pertempuran angkasa antar pesawat, dipastikan Star Trek Into Darkness akan sangat sayang untuk dilewatkan. Penasaran dengan kisah lanjutan Star Trek, jangan lewatkan kisahnya mulai 15 Mei 2013 di Cinema 21.

Hansel & Gretel: Witch Hunters: Kakak Beradik Pemburu Penyihir


Augsburg, sebuah kota kecil di dekat hutan menjadi saksi bisu kelahiran cerita antara penyihir dan pemburu penyihir. Kakak beradik, Hansel (Jeremy Renner) dan Gretel (Gemma Arterton) memutuskan untuk menjalani hidup sebagai pemburu penyihir sejak kehilangan kedua orang tuanya, dan insiden tak terlupakan pada masa kecilnya yang membuat mereka trauma. Cerita dimulai saat seorang Walikota Augsburg menunjuk Hansel dan Gretel untuk menangani wilayahnya dari tragedi penculikan anak dibawah umur, yang diduga merupakan ulah dari penyihir yang tinggal di dalam hutan. Warga setempat memanggilnya Muriel (Famke Janssen). Pada permulaan mengawali tugasnya untuk memburu serta mencaritahu niat terselubung dari Muriel, Hansel dan Gretel harus meluruskan pemikirannya dengan Sheriff Berringer (Peter Stormare), yang diketahui tidak menginginkan kehadiran duo pemburu tersebut di wilayahnya. Kedatangan kakak-beradik tersebut berdampak pro dan kontra bagi masyarakat Augsburg. Sementara mereka masih terus berusaha untuk menghentikan aksi keji dari Muriel. Dengan beberapa bantuan dari warga setempat yang menyambut baik kehadirannya, Hansel dan Gretel mencoba berbagai cara untuk melumpuhkan si penyihir. Hingga kemudian, Hansel dan Gretel menyadari hal yang seharusnya mereka sadari sejak dulu, dan justru menyingkap kebenaran yang terjadi di masa lalu mereka. 

Hansel & Gretel: Witch Hunters merupakan film laga petualangan arahan Tommy Wirkola yang akan disanjung oleh para penikmat film, khususnya film laga. Selain memiliki pemain berbakat seperti Jeremy Renner, The Bourne Legacy (2012), dan The Avengers (2012), serta Gemma Arterton, Prince of Persia (2010). Hansel & Gretel: Witch Hunters juga memiliki alur cerita yang menarik dan pengaturan lokasi gambar yang patut diacungi jempol. Ditambah lagi dengan nuansa dan dinamika yang pasang-surut, membuat film bertajuk "Classic Tale, New Twist" ini menjadi sangat ekspresif dalam setiap penggambaran ceritanya. Kelengkapan teknologi tiga dimensi juga menyeret penonton untuk masuk ke dalam film, dan membuatnya lebih hidup.

Dikutip dari film Hansel & Gretel: Witch Hunters, "Kami tahu siapa kami, dan apa yang kami lakukan. Mereka semua tahu. Inilah kami..." Tentunya membuat Anda penasaran, bagaimana cerita yang sebenarnya mengenai Hansel & Gretel: Witch Hunters ini?

Peringatan: Film ini khusus penonton dewasa, mohon kebijakan orang tua dalam memilih film untuk anak-anaknya. Terima Kasih.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Sinopsis Film - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger