Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Film Animasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Animasi. Tampilkan semua postingan

Planes: Ketika Pesawat Ladang Menjadi Pembalap Hebat


Dusty (Dane Cook) mulai bosan dengan rutinitasnya sebagai pesawat penyemprot ladang pemembasmi hama. Dusty bermimpi suatu saat nanti dia akan menjadi pembalap yang hebat. Dia bertekad untuk menaklukan angkasa dan terbang tinggi. Dusty pun akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti kejuaraan balapan terbesar. Namun sebagai pesawat terbang, ternyata Dusty adalah pesawat yang takut akan ketinggian. Untuk mengatasi hal tersebut, Dusty mendapat bantuan dari mentornya Skipper (Stacy Keach) dan sejumlah teman-teman baru untuk mewujudkan impiannya itu.

Dalam perlombaan tersebut, Dusty mendapat banyak petualangan baru. Dusty yang takut ketinggian mencoba untuk terbang rendah dan menghadapi banyak rintangan. Dia melewati lautan, gunung es dan gurun dengan kecerdikannya. Walau telah berlatih keras, usaha Dusty untuk menjadi pembalap ternyata masih saja sulit. Film yang disutradarai Klay Hall ini menawarkan cerita yang sangat ringan. Kisah yang ditampilkan sangat menghibur dan pesan-pesan moral yang baik dan patut ditiru anak-anak pun sangat beragam. Meski begitu, film ini layak disaksikan berbagai usia. Kepercayaan diri, pantang menyerah dan perjuangan untuk menjadi yang terhebat, dapat menjadi pelajaran yang bisa dipetik anak-anak setelah menonton film ini. Walt Disney Picture juga menyajikan kualitas gambar yang sangat berwarna dan hidup sehingga mewakili jiwa anak-anak yang aktif dan bersemangat.

Secara keseluruhan, film berdurasi 92 menit ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu liburan bersama. Cerita yang ringan dan inspiratif bisa menjadi paket lengkap antara hiburan dan pendidikan untuk anak-anak. Film Planes semakin seru karena bisa disaksikan secara 3D. Sehingga film ini dapat dinikmati secara maksimal dan kalian seakan-akan merasakan petualangan bersama Dusty, Si pembalap hebat! Mampukah Dusty menjadi pembalap hebat? temukan jawabannya dengan menonton film Planes yang sudah mulai tayang di Cinema 21 mulai hari ini.

The Smurfs 2: Misi Penyelamatan Smurfette dari Cengkraman Gargamel



Smurfette (Katy Perry) merasa jenuh karena kerap dihantui dengan mimpi buruk yang selalu dialami saat hari ulang tahunnya. Di mimpi tersebut, ia kembali menjadi mahluk ciptaan penyihir jahat Gargamel (Hank Azaria), yang memiliki sifat nakal dan selalu membuat kekacauan di negeri Smurf. Di tengah perasaan galaunya tersebut, Papa Smurf (Jonathan Winters) mencoba menenangkan Smurfette dan menjelaskan kalau hal itu tidak mungkin terjadi karena itu hanyalah peristiwa di masa lalu yang tak perlu dikenang. Pasca mendengar nasehat dari Papa Smurf, Smurfette pun mulai agak tenang dan mencoba mengalihkan pikiran ke acara hari ulang tahunnya. Tapi para Smurf ternyata memiliki rencana lain, yaitu ingin membuat kejutan kepada Smurfette seakan mereka melupakan hari ulang tahun dari Smurf berambut pirang tersebut. Di sisi lain, penyihir jahat Gargamel menciptakan dua Smurf nakal bernama Vexy (Christina Ricci) dan Hackus (J.B. Smoove) untuk menculik Smurfette demi rencana barunya. Gargamel ingin mengetahui ramuan rahasia Papa Smurf yang bisa mengubah Smurfette menjadi Smurf biru seutuhnya.


Gargamel yang menjadi pesulap terkenal di Perancis bersama kucing peliharaannya Azrael ( Frank Welker), akhirnya berhasil menculik Smurfette lewat bantuan Vexy dan Hackus. Dunia Smurf pun gempar atas hilangnya Smurfette, dan Papa Smurf selaku sosok yang paling dihormati disana memutuskan untuk melakukan misi penjemputan bersama tim 'terbaiknya'. Bagi yang sudah sangat rindu dengan kehadiran Smurfs sejak tahun 2011 lalu, bersiap-siaplah untuk terhibur kembali lewat karakter-karakter lucu dari Papa Smurf, Grouchy Smurf, Clumsy Smurf, Vanity Smurf, Brainy Smurf, Handy Smurf, Gutsy Smurf, Hefty Smurf, Panicky Smurf, Greedy Smurf dan sebagainya. Nuansa biru langit yang identik dengan Smurfs, seketika langsung memancing tawa saat film The Smurfs 2 baru dimulai. Hal ini tentu sudah menjadi harapan para pecinta Smurfs yang sudah menunggu 2 tahun untuk sekuelnya.


Setelah sebelumnya mereka singgah ke kota New York, kini di The Smurfs 2 Papa Smurf dan kawan-kawan beraksi di kota Paris, Perancis tempat penyihir jahat Gargamel menjadi pesulap terkenal disana dan menyekap Smurfette. Misi penjemputan inilah yang menjadi sangat menarik karena tidaklah mudah bagi para mahluk mini berwarna biru ini berkeliaran di dunia manusia. Terlebih lagi mereka harus berhadapan dengan penyihir jahat sekelas Gargamel. Film The Smurfs 2 bukan sebatas misi penyelamatan Smurfette dari tangan Gargamel, disini juga ada kisah mengenai rasa cinta yang sempat hilang dari anggota keluarga. Oleh sebab itulah kisah dari The Smurfs 2 kali ini lebih luas dan mengandung lebih banyak pesan positif di dalamnya. Dengan kata lain, The Smurfs 2 bukan hanya bisa dinikmati oleh anak-anak saja, tapi seluruh anggota keluarga juga bisa menyaksikan film adaptasi komik karya Peyo ini. Bagi yang belum menonton film The Smurfs (2011), Anda masih bisa menikmati The Smurfs 2 karena ada sedikit narasi yang menjelaskan latar belakang Smurfs dan Gargamel. Namun tentu akan terasa lebih lengkap lagi jika sudah menonton film sebelumnya karena di The Smurfs 2 terdapat karakter manusia yang kembali membantu para Smurfs menjalankan misinya. Secara keseluruhan, film The Smurfs 2 sangatlah menarik untuk disimak karena sangatlah menghibur dan mengandung banyak pesan positif mengenai cinta secara universal. Jangan ketinggalan menonton The Smurfs 2 yang bakal tayang di Cinema 21 pada tanggal 2 Agustus 2013 ya, karena kabarnya The Smurfs 3 sudah mulai dipersiapkan untuk rilis di tahun 2015.

Despicable Me 2: Perjalanan Seru Gru Demi Selamatkan Minions


Gru (Steve Carell), kini tengah asyik menikmati kehadiran anggota baru keluarganya, Agnes, Edith dan Margo. Hari-hari Gru disibukkan dengan ketiga putrinya tersebut. Gru bahkan kini memiliki profesi baru, yakni memproduksi selai dan jelly. Hal tersebut tidak berlangsung lama setelah seorang wanita datang menghampiri Gru ke rumahnya, Lucy (Kristen Wiig). Dengan cara yang sedikit ekstrim, Gru pun dibawa menuju markas Liga Anti-Kejahatan. Disana, Gru dimintai bantuan untuk menghentikan seorang penjahat baru yang memiliki serum rahasia. Berdampingan dengan Lucy sebagai rekan kerja, Gru pun memulai kembali aksinya. Ditengah-tengah pencarian tersebut, Gru bertemu dengan penjahat baru yang ia curigai, Eduardo El Macho (Benjamin Bratt). Dan disaat yang bersamaan, para minions Gru mulai menjadi korban dari kejahatan El Macho. Bagaimanakah cara Gru menyelamatkan para minionsnya tersebut?

Despicable Me 2 adalah kisah animasi keluarga yang layak untuk menjadi pilihan utama Anda. Masih dibawah arahan Pierre Coffin dan Chris Renaud, Despicable Me 2 menghadirkan keseruan dan kelucuan-kelucuan yang lebih intens. Tak hanya dipenuhi dengan aksi-aksi menarik Gru dan para minions, kehadiran Lucy pun menambah bumbu humor sekaligus romansa epik yang kerap mengundang tawa. Berdurasi 98 menit, Despicable Me 2 mampu menghibur Anda setiap menit yang ditampilkan. Ditengah keseruan Gru menjalankan aksinya, para minions pun tetap setia dengan kekonyolan-kekonyolan yang lucu.

Perlu diketahui, film dibawah naungan Illumination Entertainment ini juga akan tayang dalam format 3D, dan teater IMAX. Lantas bagaimanakah aksi Gru dan para minions dalam Despicable Me 2 kali ini? Temukan jawabannya dengan menyaksikan Despicable Me 2 mulai 3 Juli di Cinema 21 terdekat.

Turbo: Ketika Seekor Siput Melewati Batasan Kodratnya


Sebuah pesan mendalam tersurat dari film persembahan DreamWorks Animation berjudul Turbo. "Tidak ada impian yang terlalu besar, dan tidak ada pemimpi yang terlalu kecil," begitulah yang dikatakan dalam film Turbo. Hidup dimulai dari mimpi, begitu kata orang, begitu pula yang diyakini seekor siput yang hidup di kebun, Theo (Ryan Reynold). Meski terlahir sebagai siput yang dikenal bergerak lamban, namun Theo memiliki mimpi yang cukup berani. Ia ingin menjadi cepat. Setiap malam, usai melakukan rutinitas siput sehari-hari, Theo selalu menyaksikan acara balap mobil. Kakak laki-laki Theo, Chet (Paul Giamatti), merasa kesal sekaligus iba dengan adiknya. Chet ingin Theo sadar bahwa itu semua hanyalah mimpi dan Theo harus belajar untuk menerima takdirnya, seekor siput yang lamban. Hal itu tentu tidak digubris oleh Theo. Hingga pada suatu malam, Theo berjalan-jalan keluar seorang diri, meratapi nasibnya dan merasa sedih karena tidak ada yang mendukung untuk menggapai mimpinya, atau setidaknya menghargainya. Ia berjalan cukup jauh hingga ke jalan raya. Lalu karena suatu ketidaksengajaan kecil yang aneh, Theo mendapat suatu berkah yang luar biasa, yaitu kecepatan. Kecepatan yang selama ini ia inginkan.


Meski pada awalnya sempat bingung bagaimana mengontrol bagian 'baru' dalam dirinya, namun Theo cepat beradaptasi. Sayangnya, anugrah yang dirasakan Theo menjadi petaka untuk Chet. Karena ulah Theo, Chet tak lagi dipekerjakan di kebun tempat para siput lainnya tinggal. Kedua kakak beradik ini akhirnya terseret oleh arus kehidupan yang mempertemukan mereka dengan Tito (Michael Pena), seseorang yang mencoba membantu Theo mewujudkan impiannya. Jika bosan dengan cerita animasi yang itu-itu saja, sebaiknya Anda menoleh untuk yang satu ini. Turbo senantiasa membawa kisah segar dan ringan untuk disaksikan disemua kalangan, khususnya anak-anak dan remaja. Pertemanan antar siput dan manusia dalam film Turbo disajikan dengan apik dan sudah pasti menghibur.


Selain dari segi cerita yang segar, film dibawah arahan sutradara David Soren ini tak meninggalkan humor-humor ringan yang dapat dengan mudah mengocok perut Anda. Hal-hal unik dan tidak dibayangkan juga seringkali terjadi dalam film Turbo. Sejumlah nama bintang kelas atas seperti Ryan Reynolds, Paul Giamatti, Michael Pena, Samuel L. Jackson, dan Luis Guzman turut berpartisipasi dalam pengisian suara karakter-karakter di dalam film Turbo ini. Dengan durasi pemutaran selama 96 menit, Turbo siap menghibur Anda di jaringan bioskop Cinema 21 mulai hari ini. Perlu diketahui, Cinema 21 juga menghadirkan Turbo dalam format 3D bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman menonton yang berbeda. Ayo datang dan saksikan keseruan para siput di layar lebar!

Monster University: Kisah Para Monster Lucu di Bangku Kuliah


Mike (Billy Crystal) adalah monster yang penuh percaya diri meskipun teman-teman sekolahnya selalu memperoloknya. Tidak ada yang mau akrab dengan Mike karena ia dianggap bukan sejenis monster yang menakutkan. Di dunia monster, tentunya bisa menjadi sosok yang menakutkan adalah sebuah kebanggan yang tak ternilai. Mike kemudian termotivasi untuk masuk ke Monster University setelah bertemu idolanya, Frank McCay (John Krasinski) saat sekolahnya melakukan studi tur. Ia ingin menjadi monster yang menakutkan seperti Frank sehingga bisa lebih dihargai oleh monster-monster lainnya. Di hari pertama masuk Monster University, Mike bertemu dengan teman sekamarnya Randall Boggs (Steve Buscemi), yang juga memiliki kesulitan dalam bergaul. Mereka pun kompak untuk bisa meraih prestasi tertinggi di kelas menakut-nakuti. Di kelas tersebut mereka berkenalan dengan James Sullivan (John Goodman), putra dari monster terkenal Bill Sullivan. Karena memiliki garis keturunan yang terpandang, Jimes yang akrab disapa Sully ini bertingkah semaunya dan tidak mau berpatokan dengan akademis sekolah. Mike pun sering konflik dengan Sully lantaran merasa kurang nyaman dengan sifat 'sok artisnya'. Permasalahan pun mulai muncul akibat perseteruan Mike dan Sully, mereka dikeluarkan dari kelas menakut-nakuti oleh dekan terpandang Monster University Dean Hardscrabble (Helen Mirren). Meskipun demikian Mike pantang menyerah, ia mencoba mengikuti kompetisi tahunan Monster University yaitu Scare Games untuk membuktikan kalau ia tidak layak dikeluarkan dan bisa menjadi sosok yang menakutkan seperti monster-monster lainnya. Karena kompetisi tersebut diharuskan memiliki tim, Mike pun bergabung dengan sekelompok monster yang hampir 'mirip' dengannya dengan nama Oozma Kappa. Akhirnya datang juga, mungkin itulah reaksi awal ketika mengetahui ada film ini.

Sejak film pertamanya yang berjudul Monster. Inc dirilis pada tahun 2001, kini Pixar Animation Studios dan Walt Disney Pictures akan mulai mencoba untuk melanjutkan kesuksesannya. Entah apa yang membuat Pixar dan Disney membutuhkan waktu hingga 12 tahun untuk film ini. Namun yang terpenting saat ini adalah sosok Mike dan Sully telah hadir serta siap menebus kerinduan Anda selama lebih dari satu dekade. Perlu diketahui, Monster University adalah prekuel dari Monster.Inc yang mengisahkan bagaimana Mike dan Sully bisa bersahabat dekat. Disinilah penantian Anda selama lebih dari satu dekade bisa tertebus karena akan melihat lebih banyak monster-monster yang lucu dan unik. Apalagi ketika film ini menampilkan Mike kecil saat masih duduk di bangku sekolah yang seakan mirip anggur berwarna hijau dan sangat jauh dari kesan menakutkan. Sesuai dengan ciri khasnya, film kehidupan para monster ini dikombinasikan dengan set up dunia nyata lewat cara yang unik. Inilah yang membuat produksi Pixar dan Disney menjadi jauh lebih menarik lewat kualitas animasinya meskipun dilandasi plot cerita yang sangat sederhana. Hal serupa juga mereka lakukan di Toy Story, Cars dan Brave yang sukses meraup keuntungan dengan konsep tersebut. Monster University memang sangat kental dengan unsur humornya. Tapi Pixar tetap teguh pada idealismenya untuk menyisipkan pesan yang mendalam dan menginspirasi lewat ceritanya yang original. Disini penonton akan dibuat terpingkal-pingkal ketika Mike bergabung dengan rekan-rekan setimnya di Oozma Kappa dan menjadi lebih bermakna ketika ia memicu yang lain untuk bisa menjadi juara di Scare Gemes. Tentu pesan yang terkandung di film ini sangatlah beragam mulai dari kejujuran, persahabatan, solidaritas, percaya diri, kerja keras dan sebagainya. Yang terasa sangat 'mendalam' meskipun terlontar dari ucapan yang sederhana di film ini adalah "Tidaklah mengapa jika kita biasa-biasa saja". Quote itu seakan menjadi penyemangat sekaligus membuat film Monster University lebih berharga dari sekedar hiburan.

Secara keseluruhan, film arahan sutradara Dan Scanlon ini sangatlah menarik dan cocok untuk ditonton oleh seluruh keluarga. Bagi yang belum menonton Monster. Inc (2001), Anda tetap bisa menikmati film Monster University karena ini adalah prekuel yang merupakan kisah mundur dari film sebelumnya. Bagaimana kiprah Mike selanjutnya pasca didepak dari Monster University? apakah tim yang dimotorinya yaitu Oozma Kappa bisa menjuarai Scare Games? Jawabnya tentu hanya bisa diketahui dengan menonton Monster University yang dijadwalkan tayang di Cinema 21 pada tanggal 21 Juni 2013.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Sinopsis Film - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger